Kecintaan pada Keinginan>Kecintaan pada Tuhan YME?
April 10, 2010
Keinginan manusia akan selalu terucap dalam doanya bagi ia yang beriman dan meyakini bahwa Allah SWT –lah tempat bermohon dan meminta pertolongan. Manusia bersimpuh dalam solatnya, menundukkan kepalanya, bahkan hingga menitikkan air mata, bahkan menangis deras. Keinginan yang luar biasa besar seperti harus segera didapatkan.
Dalam hidupnya, manusia memang akan selalu berkeinginan, apapun itu. Percaya kalau semua keinginan kita pasti dikabulkan oleh Allah SWT sesuai janji Allah sendiri, manusia mengutarakan keinginannya bahkan yang bersifat keduniawian sekali atau terkadang manusia tidak sadar bahwa doa yang diutarakan sudah disadari adalah doa yang tidak baik bagi dirinya, misalnya memohon agar segera nyawanya dicabut, dan sebagainya.
Pertanyaan mendasar muncul ketika ditanya, besar mana kecintaan kita pada isi doa kita atau kepada Allah SWT tempat kita meminta. Pertanyaan ini pun terkadang membuat saya terdiam dan menjadi merasa bersalah ketika berdoa karena terkadang saya terlalu egois dengan keinginan saya, seolah-olah harus segera dikabulkan, padahal ada yang saya lupa, saya tidak yakin jadi seberapa besar rasa cinta atau keinginan saya untuk dekat dengan Sang Pencipta.
Berapa orang yang memohon misalnya kekayaan yang melimpah atau calon istri/suami yang cantik hingga keinginannya itu menjadi motivasi utamanya dalam beribadah, agar dapat memanjatkan doanya tersebut. Tapi, berapa orang yang beribadah dan berdoa dengan motivasi untuk mencari ketenangan berdekatan dengan Allah SWT dan memohon sesuatu bagi kebaikan orang lain juga, selain dirinya sendiri.
Hal ini memang sangat fundamental karena mencerminkan kadar kepicikan, kerakusan, ketamakan pada diri manusia. Sungguh jangan sampai hal itu menutupi hati kita. Semoga ketika suatu saat kita lalai, Tuhan memberi kita peringatan dengan cara terhalus-Nya. Agar kita tidak dibutakan oleh keinginan duniawi kita, agar doa itu dapat dikabulkan. Amin.